Warga Sukabumi Minta Pulang Dari Wamena

oleh
October 9, 2019 4:28 am

SUKABUMITODAY.CO, Sukabumi – Viral di media sosial sebuah video berdurasi 1:38 menit, Minggu (6/10/2019). Video tersebut berisi permintaan tolong warga Sukabumi yang mengaku menjadi korban konflik di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Mereka juga mengaku sebagai anggota Paguyuban Sunda Membara.

Dalam spanduk yang terpasang terbaca tulisan Posko Penampungan Warga Jawa Barat perihal Insiden Kerusuhan di Wamena.

Berikut kalimat yang dilontarkan Ijang di dalam video tersebut

“Saat ini saya membutuhkan untuk ongkos kepulangan ke kampung halaman. Saya mohon kepada bapak bupati Kabupaten Sukabumi untuk mengulurkan tangan untuk memberikan bantuan kepada kami. Dari warga Sukabumi diantaranya ini bapak Lili dari Kabupaten Sukabumi, Narsono juga dari Kabupaten Sukabumi dan kawan-kawan kami dari Paguyuban Sunda Membara. Mudah-mudahan ada perhatiannya daei Pemkab Sukabumi, terimakasih,” paparnya dalam video tersebut.

Mereka berharap segera dipulangkan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Pemprov Jabar.

Warga bernama Ijang itu mengaku membuat video pada Sabtu (5/10/2019), video berdurasi 1:38 menit yang kemudian viral di sosial media.

“Video dibuat hari kemarin, karena kabupaten saya (Sukabumi) dan Provinsi Jabar lambat sekali. Sudah dua minggu konflik tidak kunjung datang (menjemput), sehingga inisiatif buat video,” kata Ijang dikutip detik.com, Minggu (6/10/2019).

Ijang mengirim beberapa KTP rekan-rekannya warga Sukabumi yang saat ini menunggu penjemputan di Papua.

“Bahkan yang dari Banten dipulangkan oleh gubernurnya pakai Pesawat Garuda. Diberikan uang saku segala,” ucapnya.

Ijang mengaku menerima perlakuan baik selama di penampungan di Jayapura. “Sudah di Jayapura sepekan, kejadian hari Senin (23/9/2019). Setelah itu hari Minggu (29/9/2019) dievakuasi, saat ini posisi saya di Sentani di salah satu Panti Sosial nunggu penjemputan. Di Papua sini kan ada Paguyuban Sunda Ngumbara, kemarin di video saya salah ucap jadi Sunda Membara. Ada sekitar 70an lagi warga Jabar yang ingin pulang ke kampung halaman,” bebernya.

Data yang dihimpun Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi, dari 68 warga Jawa Barat itu terdapat enam orang yang merupakan warga Kabupaten Sukabumi dan satu orang warga Kota Sukabumi.

“Awalnya akan dipulangkan pada hari Selasa, 8 Oktober 2019 sesuai radiogram yang diterima. Namun barusan kami mendapat radiogram ralat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sehingga rencananya akan dipulangkan pada hari Rabu, 9 Oktober 2019,” ungkap Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri dikutip sukabumiupdate.com, Senin (7/10/2019) kemarin.

Jadwal pemulangan 68 warga Sukabumi di Wamena Jawa Barat

Pemberitahuan tentang perubahan jadwal pemulangan 68 warga Jawa Barat yang tengah berada di Wamena, Papua dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pria yang kerap disapa Bima tersebut mengungkapkan, sebelumnya Bupati Sukabumi sudah menugaskan Kepala Dinas Sosial dan Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi untuk mengurus kepulangan warga Sukabumi sesuai radiogram dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Isi dari radiogram itu agar kepala daerah menugaskan Kepala Dinas Sosial dan Kepala Baznas di kabupaten/kota,” ujar Bima.

Meskipun demikian, lanjut Bima, tak semua warga Jawa Barat yang sekarang sedang berada di Wamena ingin pulang ke kampung halamannya. Tapi, terdapat sejumlah warga yang lebih memilih untuk bertahan dan tetap tinggal di Wamena.

“Informasinya seperti itu. Ada yang ingin pulang dan ada juga yang ingin tetap tinggal di sana, dengan berbagai pertimbangan. Jadi sementara yang dipulangkan yang ingin betul-betul pulang,” pungkasnya.(ct1)

Afsal Muhammad

Recent Posts

oleh
Reza Fauzie
July 26, 2020 2:06 pm
oleh
Elga Nurani
July 16, 2020 4:43 am
oleh
Elga Nurani
June 17, 2020 6:57 am
oleh
Elga Nurani
June 7, 2020 12:35 pm
oleh
admin
June 4, 2020 12:27 pm