Today

Ponpes Salafiyah Salamina Kebakaran Sehari Jelang HSN

SUKABUMITODAY.CO, Cianjur – Kebakaran menghanguskan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Salamina di Ciranjang, Senin (21/10/2019). Api juga melalap rumah milik Ustadz Agus Komarudin di Kampung Bantar Gebang RT 02/RW 18, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun kerugian materil ditaksir hingga puluhan juta rupiah.

Kapolsek Ciranjang, Kompol Kuslin, mengatakan kebakaran ponpes Salafiyah Salamina itu terjadi sekitar jam 13.00 WIB. Menurut keterangan para saksi, api berawal dari bangunan pondok pesantren di lantai dua kobong atau kamar nomor empat sebelah barat. Api diduga akibat arus pendek aliran listrik dari kamar tersebut.

Melihat api membara, saksi berteriak memanggil rekan-rekannya supaya keluar menyelamatkan diri.

“Serta meminta pertolongan kepada warga terdekat untuk memadamkan api,” paparnya kepada Cianjur Today, Senin (21/10/2019).

Hembusan angin pada saat itu sangat besar, ditambah matrial bangunan pesantren pun banyak terbuat dari bahan kayu yang mudah terbakar, membuat kobaran api cepat menjalar. Akibatnya api merembet ke bangunan rumah sebelahnya.

“Rumah pemilik pesantren tersebut ikut terbakar,” terangnya.

Api dapat dipadamkan oleh satu unit kendaraan Damkar Ciranjang. Dalam kejadian tersebut bangunan pesantren habis terbakar hingga 100 persen, sedangkan bangunan rumah milik ustadz Agus, terbakar sekitar 60 persen.

“Beruntung dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil mencapai sekitar Rp70 juta,” ujarnya.

Mengungsi Di Tenda

Para santri terpaksa mengungsi di tenda. Kebakaran menghangsukan bangunan dan barang-barang milik para santri.

Kakak salah seorang santri, Ana Hidayatullah, mengatakan adiknya yang bernama Muhammad Syahrul dan santri lain mengungsi di tenda yang dekat dengan lokasi kebakaran. Selain itu, ia mengatakan ponsel adiknya hilang saat kebakaran.

“Info terakhir yang saya dapat, santrinya mengungsi di tenda yang dekat dengan lokasi kebakran. Saya udah menanyakan kondisi terbarunya namun belum ada balasan. HP adik saya juga hilang pas kejadian,” tuturnya saat dihubungi Cianjur Today, Selasa (22/10/2019).

Ana yang saat ini tengah berada di Bogor mengungkapkan, terakhir kali ia berkomunikasi dengan adiknya kemarin, Senin (21/10/2019) ketika kebakaran terjadi. Bahkan, adiknya terpaksa meminjam ponsel santri lain.

“Terakhir kali dia ngasih kabar lewat messenger ke saya. Itu pun dia harus pinjam dulu HP santri lain,” kata dia.(ct1/yan)

Baca Selengkapnya

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: