Today

Pemkab Sukabumi Keluarkan Surat Edaran Jelang Ramadan, Ini Isinya

SUKABUMITODAY.CO – Pemkab Sukabumi menerbitkan surat edaran nomor 451/2696-Kesra tentang Tertib Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, pada Senin, 20 April 2020 lalu. Ada 21 poin terkait pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan di tengah pandemi Covid-19 untuk Kabupaten Sukabumi.

Surat edaran ini ditujukan kepada pimpinan perusahaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pimpinan Ormas se-Kabupaten Sukabumi.

Adapun 21 poin tersebut, pertama terkait pelaksanaan Salat Tarawih dan Tilawah atau Tadarus Alquran, masyarakat disarankan melakukannya secara individual di rumah masing-masing.

Lalu pelarangan aktivitas sahur On The Road. Sahur disarankan dilakukan individual, atau bersama keluarga inti. Untuk pengumpulan zakat fitrah, juga harus dilakukan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpulan zakat lainnya.

Tidak disarankan untuk melakukan Salat Tarawih keliling dan takbiran keliling. Takbiran dapat dilakukan di masjid atau musala dengan menggunakan pengeras suara.

Adapun untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri 1441 Hijriah akan ditentukan kemudian. Pelaksanaan halal bihalal atau silaturahim juga dapat digelar, melalui Video Call.

Berikan Keleluasaan

Bagi sektor swasta, diminta untuk memberi keleluasaan bagi karyawan pabrik dan masyarakat menunaikan ibadah di bulan Ramadan. Terutama dalam pelaksanaan salat magrib dan buka puasa, setiap perusahaan mengusahakan jam kerja berakhir pada pukul 16.30 WIB.

Tidak hanya itu, perusahaan juga diminta memberikan para pekerja keleluasaan dan fasilitas ibadah sesuai agama masing-masing. Bagi karyawan yang mendapatkan kebijakan kerja shift, agar tetap diberikan keleluasaan melakukan ibadah dan menjamin kesehatan dan keselamatan kerja.

Hal tersebut juga berlaku bagi karyawan lembur, perusahaan wajib memberikan fasilitas dan keleluasaan pekerja untuk melaksanakan ibadah buka puasa, salat magrib, salat isya dan salat tarawih setelah berkoordinasi dengan Posko Tertib Ramadan di kecamatan.

Perusahaan tidak menyediakan makanan dan minuman, atau perijinan para pedagang makanan dan minuman, di siang hari selama bulan ramadhan. Kemudian perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) satu minggu sebelum hari raya. Hal ini berdasarkan Permenaker nomor 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Bagi sektor usaha di bidang perhotelan, diimbau lebih selektif dalam menerima tamu. Terutama para tamu berpasangan yang bukan suami istri. Tidak memperjualbelikan atau menjadikan tempat untuk mengkonsumsi minuman beralkohol atau narkoba.

Dilarang menyalakan atau menggunakan mercon atau petasan. Setiap perusahaan diimbau memasang baligho di depan perusahaan masing-masing mengenai edaran ini. Bagi mereka yang melanggar, akan dikenakan sanksi tegas.

Terakhir, Pemkab Sukabumi mengimbau setiap kecamatan untuk membentuk tim terpadu dan posko tertib Ramadan. Terdiri dari Muspika, MUI, Ormas, Apindo dan serikat pekerja untuk monitoring pelaksanaan kegiatan bulan suci Ramadan. (ct2/rez)

Baca Selengkapnya

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: