Kabupaten Sukabumi Lakukan PSBB, Ini Aturan yang Harus Diketahui

oleh
May 3, 2020 9:04 am

SUKABUMITODAY.CO – Kabupaten Sukabumi akan segera lakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), seperti kota/kabupaten di Jawa Barat (Jabar) lainnya. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, usai rapat dalam video bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Rabu (29/4/2020).

Rapat tersebut membahas terkait koordinasi persiapan pelaksanaan PSBB di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sukabumi yang akan menerapkan secara paraial.

“Seluruh Jawa Barat PSBB, meskipun PSBBnya disesuaikan dengan kondisi daerah. Di Kabupaten Sukabumi PSBB parsial” ujarnya, seperti dikutip dari sukabumikab.go.id, Rabu (29/4/2020).

Ada beberapa kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang akan melaksanakan PSBB parsial. Enam diantaranya meurupakan Kecamatan yang berbatasan dengan Kota Sukabumi, dan dua lainnya adalah kecamatan dengan Kabupaten Bogor.

“Delapan kecamatan itu yang berbatasan langsung dengan Kota Sukabumi dan kecamatan yang positifnya tinggi, seperti Cidahu dan Cicurug,” ucapnya.

Marwan mengaku, Kabupaten Sukabumi telah siap dari jauh hari untuk melakukan PSBB ini. Hal ini terbukti dengan telah melakukannya check point di perbatasan.

“Kabupaten Sukabumi sudah siap. Bahkan, sedari awal melaksanakan cek poin dan pendataan orang yang datang dari zona merah” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pemerintah Sukabumi juga giat mencermati kecamatan yang tinggi jumlah penduduknya. Termasuk mencermati setiap orang yang mudik.

PSBB Jabar sendiri, akan dimulai pada 6 Mei 2020. “Biasanya Sabtu datang persetujuan dari Kemenkes, makanya Rabu mulai PSBB. Setiap daerah harus mulai menyosialisasikan PSBB,” pungkasnya.

Tidak Semua Perusahaan Tutup Saat PSBB

Adapun terkait PSBB ini, tidak semua kantor diharuskan libur. Perusahaan yang terkait pelayanan umum tertentu serta kebutuhan dasar penduduk masih boleh buka”

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PP PSBB) yang diperjelas dengan Peraturan Menteri Kesehatan No 9 Tahun 2020 (Permenkes PSBB).

Menurut Pasal 1 PP PSBB, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk suatu wilayah yang diduga terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (COVID-I9).

Sedangkan beberapa kegiatan dan perusahaan, yang diharuskan ditutup telah diatur dalam Pasal 4 ayat (1) PP PSBB. Penerapan PSBB di suatu daerah minimal meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja. Pembatasan kegiatan keagamaan, serta kegiatan umum lain. Ketentuan lebih rinci terdapat di Permenkes PSBB.

Menurut Pasal 13 Permenkes tersebut, PSBB di suatu daerah meliputi:
1 Peliburan sekolah dan tempat kerja
2 Pembatasan kegiatan keagamaan pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum
3 Pembatasan kegiatan sosial dan budaya pembatasan moda transportasi
4 Pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

Perusahaan yang Diizinkan Berjalan

Beberapa perusahaan yang mendapat pengecualian untuk libur saat pelaksanaan PSBB. Misalnya kantor pada sektor terkait pertahanan dan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan. Bahan bakar minyak (BBM) dan gas, pelayanan kesehatan, perekonomian, keuangan, komunikasi. Industri, ekspor dan impor, distribusi, logistik dan kebutuhan dasar lainnya. Selain dari itu, diimbau untuk libur demi menekan penyebaran virus.

Bagi supermarket, minimarket,  pasar, apotek atau tempat penjualan alat medis. Penjual kebutuhan pangan, barang pokok, barang penting, BBM, gas serta energi. Fasilitas kesehatan dan fasilitas olah raga juga tidak diharuskan tutup.

Bagi perusahaan yang tetap beroperasi, tetap diwajibkan melaksanakan protokol serta aturan terkait dengan benar. Salah satunya mengurangi kerumunan. (ct2/rez)

Elga Nurani

Recent Posts

oleh
Reza Fauzie
July 26, 2020 2:06 pm
oleh
Elga Nurani
July 16, 2020 4:43 am
oleh
Elga Nurani
June 17, 2020 6:57 am
oleh
Elga Nurani
June 7, 2020 12:35 pm
oleh
admin
June 4, 2020 12:27 pm