Duduk Perkara Siswa SD di Sukabumi Dipukul Pakai LKS

oleh
January 30, 2020 8:16 am

SUKABUMITODAY.CO – Kasus siswa SD dipukul oknum guru pakai buku LKS heboh akhir-akhir ini. Peristiwa ini terjadi di SDN Benteng 3 Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi tepatnya pada murid kelas III.

Dikutip dari Sukabumiupdate.com, kejadian ini pertama kali diungkap oleh Aditya Rohman, salah satu orang tua siswa. Dirinya mengatakan anaknya pulang ke rumah dalam keadaan menangis, saat ditanya dia mengaku ditampar oleh oknum guru kelas III, pada Senin (27/1/2020) siang.

“Teman-temannya bilang ditampar oleh buku dan didorong kepalanya,” kata Aditya Selasa (28/1/2020).

Selain anaknya, Adit menyebut, ada lima hingga tujuh siswa lainnya yang ditampar ada juga yang kepalanya ditoyor. Menurut penuturan Aditya, Oknum guru tersebut sudah sering melakukan hal ini kepada siswanya.

“Kejadian ini sering dilakukan oleh oknum guru kelas tiga itu, bahkan kakak kelasnya yang pernah belajar dengan guru itu pun pernah ditampar. Anak saya laki-laki juga mengaku pernah ditampar,” imbuh Aditya.

Kronologis

Sementara S oknum guru laki-laki yang memukul siswa tersebut, mengaku memukul dengan LKS Bahasa Sunda pada leher bagian belakang. Ia mengatakan alasannya memukul siswa-siswa tersebut bukan bermaksud menyakiti, namun karena kesal siswanya nakal. Dirinya juga memukul menggunakan buku yang tipis.

“Ada delapan siswa kelas tiga yang dipukul, kejadiannya kemarin pukul 11.15 WIB. Baru sekali saya melakukan. Saking kesalnya, saya sudah memberikan pelajaran, diwanti-wanti, mereka tetap seperti itu, memang nakal. Mungkin karakter mereka memang seperti itu. Ada dua siswa perempuan dari delapan siswa itu,” jelas S.

Kekesalan S terhadap siswanya bermula saat dirinya yang sedang berada di ruang UKS mengerjakan tugas. Lalu mendengar kondisi kelas yang gaduh dengan keadaan kosong tanpa guru. Di sana hanya ada orang tua murid yang membantu menulis untuk anaknya yang mengalami kekurangan penglihatan.

“Mereka itu berantem di kelas (jadi) gaduh. Pas saya masuk, saya diam dulu dan melihat mereka. Kemudian saya panggil ke depan siapa saja yang rusuh itu, lalu saya tanya mengapa seperti itu karena saya sudah menyuruh untuk belajar. Akhirnya karena saya marah, saya pukul itu. Bukan didorong kepalanya, saya menekan jidatnya menggunakan LKS,” papar S.

Atas kejadian ini, S yang masih berstatus guru honorer itu, harus rela melepaskan pekerjaannya. Hal itu karena pihak orang tua yang meminta sekolah memberhentikan S.

Pihak sekolah juga sepakat dan meminta maaf atas kejadian yang dilakukan S. “Di sekolah itu perasaan kami ya mendidik. Mungkin karena kekhilafan dari guru di sini. Kami juga sudah memohon maaf ke semuanya dan permintaan orang tua untuk mengistirahatkan guru tersebut, kita ikuti, walaupun sebenarnya kami juga kekurangan guru,” jelas Kepala SDN Benteng 3, Ika Kartika.

Menurut Ika, pihaknya harus tetap mengeluarkan S meski keadaan sekolah sedang kekurangan tenaga pengajar.

“Sekarang hanya ada 10 guru, dimana yang berstatus PNS hanya 4 orang, sisanya honorer. KBM ke depan pasti terganggu dan solusinya nanti digabung-gabung dulu. Siswa di sini ada 300 siswa dan siswa kelas 3 nya ada 49 orang,” tandasnya. (ct2/rez)

Sumber: Sukabumiupdate.com

admin

Recent Posts

oleh
Reza Fauzie
July 26, 2020 2:06 pm
oleh
Elga Nurani
July 16, 2020 4:43 am
oleh
Elga Nurani
June 17, 2020 6:57 am
oleh
Elga Nurani
June 7, 2020 12:35 pm
oleh
admin
June 4, 2020 12:27 pm