TodayTrending

Apa Itu Virus Corona? Kenali Gejala, Penanganan dan Pencegahannya

SUKABUMITODAY.COM – Telah menggemparkan dunia, penyakit atau Virus Corona dianggap bahaya karena mampu menyebabkan kematian. Terbukti, telah memakan ratusan korban diberbagai negara. Terlaporkan hingga pada Minggu (26/1/2020) sebanyak 41 orang meninggal dunia akibat terjangkit virus ini.

Apa Itu Virus Corona?

Corona Virus adalah virus dari familia Coronaviridae yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia termasuk manusia. Struktur tubuh virus (virion) ini terdiri dari membran, selubung lipid bilayer(envelope), glikoprotein yang menyerupai paku (spike), genom RNA positif, dan protein nukleokapsid.

Glikoprotein koronovirus dapat berikatan dengan glikoprotein permukaan sel inang secara spesifik untuk memulai terjadinya infeksi.Koronavirus diklasifikasikan menjadi tiga golongan utama, golongan 1 dan 2 menginfeksi mamalia, mulai dari kelelawar hingga manusia. dan untuk golongan 3 hany dapat meninfeksi hewan saja.

Merupakan kelompok besar virus yang umum ditemukan pada hewan dan bersifat zoonotik. Seperti yang dikutip dari Detik, menurut US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus tidak hanya menyebar antar hewan. Artinya, virus corona atau corona virus bisa menyebar dari hewan ke manusia.

Telah menjadi kasus serius diberbagai negara, masyarakat dihimbau kenali gejalanya untuk terhindar dari resiko yang tidak diinginkan. Lalu bagaiman gejalanya? Berikut Cianjur Today sajikan untuk Anda.

Flu dan Masalah Pernapasan

Serangan Virus Corona ini mengakibatkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang yang sama dengan flu biasa. Gejala awal Corona Virus atau penyakit Virus Corona adalah pilek, batuk, sakit tenggorokan, pusing, dan demam yang sudah terjadi selama beberapa hari.

Menyerang Imun Lemah

Corona Virus mampu menyerang siapa saja, akan tetapi risiko lebih besar pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, misal anak kecil dan orang tua. Tercatat pasien Corona Virus Wuhan, China kebanyakan berusia lebih dari 40 tahun dan belum ditemukan pada anak-anak.

Serangan penyakit Corona Virus pada orang dengan sistem imun lemah bisa mengakibatkan infeksi saluran pernapasan bawah yang lebih serius. Penyakit akibat infeksi saluran pernapasan bawah diantaranya adalah pneumonia atau bronkitis.

Penularan Kontak Langsung

Virus corona ini kasus penularan antar manusia, biasanya terjadi saat kontak langsung dengan cairan pasien. Misalnya terkena cipratan liur saat bersin atau batuk. Penularan juga bisa berasal dari menyentuh langsung pasien. Bagian tubuh yang terpapar langsung kemudian digunakan untuk menyentuh mulut, hidung, dan mata.

Dikutip dari Detik, pada awalnya penyebaran virus corona pada manusia berasal dari kontak dengan hewan. Menurut WHO, penyebab virus corona adalah unta dalam kasus MERS dan kucing pada SARS. Peneliti belum yakin penyebab pasti virus corona pada kasus pneumonia di Wuhan, China.

Virus Corona VS SARS dan MERS

Virus Corona ini memiliki kedekatan dengan virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Karena Novel coronavirus (2019-nCov) merupakan virus penyebab penyakit saluran pernapasan.

Seperti yang dikutip dari Kompas pada 26/01/2020, salah satu dokter spesialis Mikrobiologi Klinik dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran UGM, dr. R. Ludhang Pradipta R., M. Biotech, Sp.MK mengungkapkan, virus 2019-nCov saat ini masih dilakukan penelitian lebih lanjut untuk bahaya yang ditimbulkan. meskipun begitu, penyebaran virus yang kini telah menjangkit 13 negara di dunia ini telah menewaskan banyak orang, dan diperkirakan akan terus bertambah.

Kemiripan penyakit atau Virus Coronan dengan SARS dan MERS mampu menjaedi perkiraan dan perbandingan para pakar peneliti dari berbagai ciri-ciri yang tidak jauh berbeda dengan kasus SARS vdan MERS yang pernah terjadi. Lalu, jika begitu seperi apa virus SARS dan MERS? berikut ulasannya kami sajikan untuk Anda.

SARS-CoV

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus atau lebih dikelan SARAS virus pertama kali ditemukan di China pada November 2002 lalu. Virus ini menyebabkan wabah mematikan di seluruh dunia pada kurun waktu 2002-2003.

Tercatat, sebanyak 777 penduduk meninggal dunia dari 8.098 kasus. Akan tetapi, para peneliti menyimpulkan, SARS virus memiliki tingkat kematian sebesar 10 persen. Bagi pasien yang terjangkit SARS, pada umumnya sebanyak 20-25 persen mengalami diare. Selain itu, gejala SARS yang dialami biasany penderita menggigil pada tubuh, demam, batuk kering, dan sakit di bagian dada atau bahkan mengalami gangguan pernapasan.

MERS-CoV

Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus atau lebih dikenal MERS virus, pertama kali ditemukan di daerah Timur Tengah, dengan ditemukan enam orang dengan gejala gagal pernapasan pada tahun 2012. Yang kemudian, dua orang di antaranya meninggal dunia.

Dari laporannya MERS memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada SARS yakni sebesar 37%. Saat itu kasus menjadi meluas, di Arab Saudi tercatat 22 orang meninggal dunia dari 44 kasus yang terjadi. Seperti yang dikutip dari Kompas seorang peneliti dari Erasmus Medical Center (EMC) di Belanda, Ron Fouchier mendunga MERS penularannya berasal dari kelelawar.

Virus penyakit ini mewabah ke negara-negara di Eropa, seperti Inggris, Perancis, Jerman, dan Italia pada tahun 2013. WHO sempat mengeluarkan peringatan bahwa MERS dapat menjadi ancaman dunia. Bagi orang yang terinfeksi MERS dilaporkan mengalami peningkatan konsentrasi sitokin proinflamasi yang juga dikaitkan dengan peradangan paru dan kerusakan paru-paru yang luas dan cukup parah. Adapun MERS juga memiliki tanda dan gejala masalah pencernaan pada usus, salah satunya diare.

Penanganan yang Terjangkit Corona

Lebih baik mencegah daripada mengobati, karena sebenarnya hingga saat ini belum ditemukan obat yang pasti untuk mengobati jangkitan virus ini. Meskipun begitu, riset terus dilakukan seiring masifnya serangan virus.

Para dokter kini hanya bisa menangani gejala coronavirus dengan meresepkan pengobatan untuk menangani demam dan nyeri yang dirasakan penderita. Selain itu, humidifier dan mandi air hangat bisa membantu meredakan batuk dan sakit tenggorokan. dan memastikan meminum air putih dengan cukup, melalukan istirahat dengan sebaikan mungkin, dan tidur untuk memulihkan kondisi tubuh.

Saat ini, pencegahan dan antisipasi sangan dianjurkan dengan tidak melakukan kontak langsung dengan pasien kecuali dalam kondisi tertentu. dan jika telah kontak dengan pasien, pastikan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh diri sendiri.

Namun, jika Anda harus bepergian ke daerah yang terinfeksi virus corona di Wuhan disarankan menghindari pasar hewan, menutup hidung dan mulut, dan segera ke dokter bila merasakan penurunan kondisi tubuh. hal itu perlu dilakukan, untuk mengantisipasi diri Anda dari jangkitan coronavirus.

Oleh karena itulah, diharap Anda mampu waspada pada hal ini, sebisa mungkin hindari kemungkinan-kemungkinan terjadinya tertular coronavirus.(ct4/afs)

Artikel diolah dari berbagai sumber

Baca Selengkapnya

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d bloggers like this: